Wisata Budaya & Alam Banten

Open Trip Baduy

2 Hari 1 Malam

Jelajahi kehidupan Suku Baduy Dalam yang autentik. Trekking menembus hutan, menginap di rumah tradisional suku baduy, dan rasakan ketenangan tanpa sinyal & listrik.

Daftar Sekarang

Paket & Harga

POPULER

📍Meeting Point Stasiun Rangkasbitung

Rp300.000 Rp270.000 per orang

Termasuk transport dari Rangkas-Ciboleger PP

📍Meeting Point Ciboleger

Rp280.000Rp250.000 per orang

Langsung di Ciboleger pintu masuk baduy

Fasilitas

Transport ELF/Angkot Rangkas – Ciboleger PP
Perijinan dan Tiket Masuk Wisata
Penginapan Tradisional di Baduy Dalam
Makan 2x (malam & sarapan)
Guide Lokal
Tour Leader
Dokumentasi

Itinerary

HARI Ke-I

09:00Meeting point di Stasiun Rangkasbitung.
09:30Perjalanan menuju Desa Ciboleger dengan ELF/Angkot.
11:30Sampai di Ciboleger, ISHOMA dan Persiapan Trekking.
12:30Trekking Menuju Baduy Dalam (Desa Cibeo) Estimasi 4-5 jam.
17:00Sampai di Desa Cibeo (baduy dalam), istirahat, bersih-bersih di sungai (aktifitas MCK dilakukan di sungai), kemudian makan malam.
19:00Makrab dan cerita kehidupan Baduy dengan penduduk Baduy Dalam.
21:00Istirahat.

HARI Ke-II

05:00Bangun, menikmati desa Baduy Dalam di pagi hari, melihat aktifitas penduduk baduy dalam.
07:00Sarapan, packing & persiapan pulang.

Opsi 1: Via Ciboleger (Free Charge)

08.00 : Trekking Baduy Dalam → Ciboleger

13.30 : Sampai diciboleger, Ishoma

14.00 : Perjalanan ke Stasiun Rangkasbitung

16.30 : Sampai di St. Rangkasbitung, trip selesai

Opsi 2: Via Cijahe (Extra Charge)

08.00 : Trekking Baduy Dalam → Terminal Cijahe

10.00 : Sampai di Cijahe, Istirahat

10.30 : Perjalanan ke Stasiun Rangkasbitung

13.00 : Sampai di St. Rangkasbitung, trip selesai

Peta Jalur Trekking

Peta Jalur Trekking Baduy

Klik gambar untuk melihat ukuran penuh

Catatan Penting

  • Tidak ada sinyal dan listrik di Baduy Dalam
  • Semua kegiatan MCK dilakukan di sungai (Pria & Wanita terpisah)
  • Trekking 3-4 jam naik turun bukit, persiapkan fisik
  • Trek berupa tanah dan jalan berbatu melewati bukit
  • Hanya WNI yang boleh masuk ke Baduy Dalam
  • WNA hanya boleh sampai Baduy Luar
  • OPEN TRIP adalah trip gabungan dengan peserta lain
  • Itinerary dapat berubah menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan

Jadwal Keberangkatan

Open Trip Baduy berangkat setiap weekend dan libur nasional

Open Trip atau Trip Gabungan

Tersedia setiap akhir pekan (sabtu-minggu), selama ketersediaan seat masih ada.

Meeting point: St. Rangkasbitung, Jam 09.00 wib

Meeting point: Ciboleger, Jam 11.30 wib

Private Trip atau Request Tanggal Keberangkatan

Private trip bisa request tanggal keberangkatan, bisa berangkat weekday sesuai keinginan, tapi harga trip menyesuaikan jumlah peserta.

Informasi private trip silahkan hubungi kami.

⚠️ Perhatian

Baduy Dalam ditutup selama bulan Kawalu (bulan ke-12 kalender Baduy, biasanya bulan Januari-Februari). Periksa jadwal keberangkatan sebelum melakukan reservasi.

Barang Bawaan yang Disarankan

Persiapkan perlengkapan ini agar perjalanan trekking Anda nyaman dan aman:

1

Sepatu/Sendal Gunung

Gunakan sepatu atau sandal gunung yang nyaman dan non-slip untuk trekking melewati jalan berbatu.

2

Sarung/Selimut/Sleeping Bag

Bawa untuk tidur nyaman di rumah tradisional tanpa listrik.

3

Obat-obatan Pribadi

Salonpas, tolak angin, minyak kayu putih, dan obat-obatan lain sesuai kebutuhan Anda.

4

Air Mineral

Bawa air mineral yang cukup untuk menjaga hidrasi selama trekking.

5

Cemilan/Makanan Ringan

Bawa camilan atau makanan penambah tenaga seperti kacang, biskuit, atau coklat.

6

Jas Hujan/Mantel/Ponco

Siapkan perlindungan dari cuaca hujan yang sering terjadi tiba-tiba.

7

Senter/Headlamp

Penting untuk penerangan karena tidak ada listrik di Baduy Dalam.

8

Ransel/Daypack Max 40L

Gunakan ransel dengan kapasitas maksimal 40 liter untuk kenyamanan trekking.

Tips Packing

  • Jangan bawa koper besar, gunakan ransel yang dapat dimuat di punggung
  • Pakaian ganti 2-3 set, cukup untuk 2 hari
  • Hindari membawa barang-barang berat yang tidak perlu

Aturan Wajib Dipatuhi

Demi menghormati masyarakat Baduy dan menjaga keaslian budaya mereka, semua pengunjung wajib mengikuti aturan berikut:

1Menghargai dan menghormati adat istiadat Baduy
2Mengisi buku tamu yang telah disediakan
3Tidak membawa radio tape atau membunyikannya
4Tidak membawa gitar atau memainkannya
5Tidak membawa senapan angin atau sejenisnya
6Tidak menangkap atau membunuh binatang di perjalanan
7Tidak membuang sampah sembarangan (kaleng, plastik)
8Tidak membuang sampah ke sungai
9Tidak membuang puntung rokok yang masih menyala
10Tidak meninggalkan api bekas masak atau unggun menyala
11Tidak mencabut atau merusak tanaman di jalan
12Tidak membawa atau mengkonsumsi minuman memabukkan
13Tidak membawa atau mengkonsumsi narkoba
14Tidak melanggar norma susila
15MCK di sungai tanpa sabun dan pasta gigi
16Melaksanakan ajaran agama dengan tertib
17Hanya WNI masuk Baduy Dalam, WNA hanya ke Baduy Luar
18Tidak memotret/video di Baduy Dalam (boleh di Baduy Luar)
19Baduy Dalam ditutup bulan Kawalu (3 bulan)
20Dilarang memasuki hutan tutupan/larangan

Pengalaman Peserta

Dengarkan cerita dari mereka yang telah merasakan petualangan ke Baduy

"Pengalaman yang luar biasa! Saya bisa merasakan bagaimana kehidupan tanpa teknologi terasa begitu menenangkan. Masyarakat Baduy sangat ramah dan kami belajar banyak tentang keberlanjutan hidup."

A

Ari

Jakarta, 2 minggu lalu

"Trekking yang challenging tapi totally worth it! Guide lokal kami sangat informatif dan sabar. Ini trip yang akan saya rekomendasikan ke semua teman!"

S

Siti

Bandung, 1 bulan lalu

"Melihat masyarakay baduy yang betapa sederhana namun bermakna, membuat saya lebih menghargai hal-hal sederhana. Ketenangan dan rasya bersyukur"

W

Widi

Surabaya, 3 minggu lalu

"Saya banyak belajar tentang nilai-nilai adat Baduy yang membuka mata tentang kehidupan yang lebih harmonis dengan alam."

N

Nuri

Depok, 10 hari lalu

← Geser untuk melihat lebih banyak →

Galeri

Perjalanan Trekking Baduy Desa Baduy Dalam Suasana Baduy Pemandangan Alam Baduy Kehidupan Suku Baduy Kehidupan Suku Baduy Kehidupan Suku Baduy Tradisi Baduy Jembatan Baduy Jembatan Baduy

Mengenal Suku Baduy

Sejarah dan Asal Usul Suku Baduy

Suku Baduy atau yang dikenal juga sebagai Suku Kanekes adalah masyarakat adat yang mendiami wilayah Pegunungan Kendeng di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Mereka dipercaya sebagai keturunan dari pelarian Kerajaan Pajajaran yang memilih hidup terisolasi untuk menjaga tradisi dan keyakinan leluhur mereka. Suku Baduy telah menghuni kawasan ini selama ratusan tahun dengan teguh mempertahankan adat istiadat mereka.

Menurut catatan sejarah, masyarakat Baduy telah ada sejak abad ke-16. Mereka memilih wilayah yang terpencil di tengah hutan lebat sebagai tempat berlindung agar dapat mempertahankan kepercayaan, tradisi, dan nilai-nilai leluhur mereka tanpa pengaruh dari dunia luar. Hingga kini, mereka tetap konsisten menjaga komitmen tersebut dengan tidak menerima modernisasi yang dapat mengubah identitas budaya mereka.

Baduy Dalam dan Baduy Luar: Apa Bedanya?

Masyarakat Baduy terbagi menjadi dua kelompok utama. Baduy Dalam (Tangtu) terdiri dari tiga kampung: Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik. Mereka mengenakan pakaian putih dan menolak segala bentuk teknologi modern. Baduy Luar (Panamping) lebih fleksibel dalam berinteraksi dengan dunia luar dan mengenakan pakaian hitam atau biru tua. Baduy Luar berfungsi sebagai penyangga antara Baduy Dalam dan dunia modern.

Baduy Dalam adalah inti dari masyarakat Baduy yang paling ketat dalam menjalankan adat. Penduduk Baduy Dalam dilarang keluar dari wilayahnya selama tiga tahun berturut-turut kecuali ada alasan khusus. Mereka juga tidak boleh menggunakan teknologi apapun, bahkan hal-hal sederhana seperti gunting logam atau paku. Rumah-rumah mereka dibangun dengan cara tradisional menggunakan kayu dan bambu tanpa paku, hanya dengan sistem penguncian tradisional.

Baduy Luar memiliki fleksibilitas lebih. Mereka boleh berdagang, membeli kebutuhan sehari-hari dari dunia luar, dan menggunakan beberapa teknologi sederhana seperti handphone. Namun, mereka tetap menganut nilai-nilai budaya Baduy dan membantu melindungi Baduy Dalam dari pengaruh luar. Bagi wisatawan, Baduy Luar adalah pintu masuk yang memudahkan untuk memahami kehidupan dan budaya masyarakat Baduy secara keseluruhan.

Beberapa Aturan Adat yang Masih Dipertahankan

Suku Baduy memiliki aturan adat (pikukuh) yang sangat ketat. Di Baduy Dalam, masyarakat dilarang menggunakan teknologi modern seperti listrik, kendaraan bermotor, dan alat elektronik. Mereka tidak mengenal sekolah formal, tidak memakai alas kaki, dan membangun rumah tanpa menggunakan paku. Semua ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan leluhur.

Beberapa aturan adat yang ketat antara lain:

  • Dilarang menggunakan teknologi: Tidak ada listrik, mesin, kendaraan bermotor, handphone, atau alat elektronik di Baduy Dalam
  • Pakaian tradisional: Mengenakan pakaian putih warna sutra, celana panjang, dan tidak memakai alas kaki
  • Larangan kesenian: Tidak boleh memainkan alat musik modern atau tradisional yang berdentum keras
  • Tidak boleh berbohong: Kejujuran dan integritas adalah nilai tertinggi dalam masyarakat Baduy
  • Bulan Kawalu: Baduy Dalam ditutup selama tiga bulan dalam kalender Baduy untuk merayakan masa penutupan (larangan)

Kehidupan Sehari-hari Masyarakat Baduy

Kehidupan masyarakat Baduy sangat sederhana dan dekat dengan alam. Mereka bangun pagi sebelum fajar untuk melaksanakan ibadah, kemudian pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Sistem pertanian yang mereka terapkan adalah pertanian tradisional dengan sistem ngahuma (pembukaan lahan baru) yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Makanan pokok mereka adalah nasi dengan lauk dari hasil panen seperti sayuran, kacang-kacangan, dan ikan dari sungai. Mereka tidak memiliki tempat tidur layaknya modern, melainkan tidur di atas tikar atau alas tradisional. Rumah-rumah mereka sangat sederhana dengan satu ruang besar yang berfungsi sebagai dapur, ruang makan, dan ruang tidur sekaligus.

Interaksi sosial dalam masyarakat Baduy sangat kuat. Mereka saling membantu dalam berbagai kegiatan, mulai dari membuka lahan baru hingga panen. Gotong royong adalah nilai yang sangat dijunjung tinggi dalam kehidupan mereka. Keluarga besar saling mendukung dan berbagi sumber daya untuk kesejahteraan bersama.

Kearifan Lokal dan Pelestarian Alam

Suku Baduy dikenal sebagai penjaga hutan terbaik di Indonesia. Mereka menerapkan sistem pertanian ladang berpindah (ngahuma) yang ramah lingkungan dengan siklus tanam yang teratur. Hutan adat mereka dijaga ketat dan tidak boleh dirusak. Filosofi hidup mereka adalah "lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung" yang berarti segala sesuatu harus dibiarkan apa adanya sesuai kehendak alam.

Masyarakat Baduy memiliki sistem pengetahuan tradisional yang mendalam tentang alam dan tumbuhan. Mereka mengerti kapan waktu yang tepat untuk menanam, memahami musim dengan akurat, dan mengetahui berbagai tanaman berkhasiat untuk pengobatan. Pengetahuan ini diturunkan dari generasi ke generasi melalui pengalaman langsung dan ajaran dari para pemimpin adat.

Hutan yang mengelilingi pemukiman Baduy tetap terjaga dengan baik karena larangan ketat terhadap penebangan pohon. Luas hutan Baduy mencapai ribuan hektar dan menjadi penyerap karbon alami yang penting bagi kelestarian lingkungan. Ini membuktikan bahwa kehidupan sederhana dan anti-teknologi mereka justru menjadi solusi terbaik untuk pelestarian alam.

Sistem Kepercayaan dan Spiritualitas

Masyarakat Baduy menganut sistem kepercayaan yang unik yang menggabungkan nilai-nilai Islam dengan kepercayaan animisme lokal. Mereka percaya pada kekuatan roh nenek moyang dan alam. Setiap kegiatan penting seperti pembukaan lahan baru, panen, atau membangun rumah, selalu dimulai dengan doa dan ritual khusus untuk memohon berkah kepada para leluhur dan kekuatan alam.

Ritual tahunan terpenting adalah upacara Seba, di mana para pimpinan Baduy berkunjung ke kantor bupati untuk melaporkan kondisi adat Baduy. Selain itu, ada juga upacara Hajat Sasak yang dilakukan untuk memberikan persembahan kepada alam sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang berlimpah.

Kerajinan Tradisional Baduy

Masyarakat Baduy memiliki keahlian dalam membuat berbagai kerajinan tradisional yang indah. Salah satunya adalah menenun dengan alat tenun tradisional yang menghasilkan kain yang berkualitas tinggi. Kain tenunan Baduy terkenal dengan pola unik dan pewarna alami dari tumbuhan lokal.

Selain menenun, mereka juga mahir membuat keranjang dari bambu, membuat peralatan dapur dari kayu, dan membuat berbagai souvenir tradisional. Semua kerajinan ini dibuat dengan tangan menggunakan peralatan sederhana, namun hasilnya berkualitas dan sangat bernilai seni tinggi. Sebagai turis yang mengunjungi, Anda akan memiliki kesempatan untuk membeli langsung dari pembuat dan bahkan belajar proses pembuatannya.

Tips Berkunjung ke Baduy

  • Siapkan fisik karena trekking 4-5 jam melewati bukit
  • Bawa pakaian ganti secukupnya, jangan bawa koper besar
  • Hormati adat dan aturan setempat
  • Tidak boleh membawa sabun, sampo, atau bahan kimia ke sungai
  • Bawa senter dan powerbank karena tidak ada listrik
  • Gunakan sepatu trekking yang nyaman

Mengapa Harus Ikut Open Trip Baduy?

Open Trip Baduy memberikan pengalaman unik yang tidak bisa didapatkan di destinasi wisata lainnya. Anda akan merasakan hidup tanpa teknologi, berinteraksi langsung dengan masyarakat adat yang ramah, tidur di homestay tradisional, dan menyaksikan keindahan alam yang masih sangat terjaga. Ini adalah perjalanan yang akan mengubah perspektif Anda tentang kehidupan sederhana dan kebahagiaan sejati.

Siap Menjelajahi Baduy?

Hubungi kami untuk reservasi dan informasi lebih lanjut tentang jadwal keberangkatan Open Trip Baduy.

Hubungi Kami